Penyebab Penurunan Gairah Seksual Yang Harus di Hindari

Penyebab Penurunan Gairah Seksual – Sehatnya hubungan seksual suami istri merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Untuk menjaganya, libido atau gairah seksual harus dijaga sebaik mungkin. Sayangnya, sering kali tanpa disadari ada berbagai hal yang bisa menurunkan gairah seksual pasangan. Tentunya Anda tak mau, kan, keintiman Anda dan pasangan datar-datar saja. Mari ketahui apa saja hal-hal yang bisa menurunkan gairah seksual pasangan.

Menjaga kehidupan seksual bukan hanya hanya “tugas” salah satu pasangan, tapi keduanya harus kompak. Diskusikan dengan pasangan mengenai hal-hal di bawah ini agar gairah seksual dengannya tak memudar.

Berikut Penyebab Penurunan Gairah Seksual

  • Membicarakan tugas harian rumah

Rasa penat dan lelah wajar dirasakan seorang istri setelah seharian sibuk mengurus rumah tangga, istri bekerja yang harus fokus di kantor dan rumah sekaligus, atau stay-at-home dad. Kalau sudah capek, tentunya ingin berbagi atau berkeluh kesah dengan pasangan. Namun, lain kali perhatikan tempat dan situasi sebelum perkataan menyembur dari mulut.

Bercerita tentang betapa melelahkannya hari di tempat tidur justru dapat merusak mood dan gairah seksual pasangan. Lebih baik simpan dulu keluhan Anda dan bicarakan ketika Anda sedang bersantai di ruang keluarga atau saat makan bersama.

Bangunlah suasana dan hangatnya hubunan dengan saling memuji, berpelukan, atau menonton film romantis yang bisa membuat tubuh relaks dan mampu meningkatkan gairah seksual.

  • Menggunakan perangkat elektronik saat di tempat tidur

Ini adalah kebiasaan yang banyak dilakukan: sudah waktunya tidur tapi masih saja memandangi layar gawai. Ternyata, kebiasaan ini bisa secara signifikan menurunkan gairah seksual pasangan. Lebih baik fokuslah pada pasangan yang tidur di samping Anda.

  • Membiarkan kamar berantakan

Coba lihat sekeliling kamar tidur Anda dan pasangan, apakah ada tumpukan baju, buku atau dokumen berserakan, atau barang-barang lainnya yang tidak pada tempatnya? Jika ya, segera rapikan. Ternyata, kamar yang berantakan juga bisa memadamkan gairah seksual pasangan.

Bila Anda termasuk orang yang kurang apik dalam hal kerapihan, Anda dapat menggunakan lemari tertutup untuk menyimpan barang-barang, sehingga tidak secara langsung terlihat berantakan.

  • Menjadikan kamar sebagai tempat kumpul keluarga

Salah satu kebiasaan yang cukup sering dilakukan, apalagi jika sudah ada kehadiran anak-anak di rumah, adalah membiarkan kamar berubah fungsi menjadi tempat kumpul keluarga.

Keberadaan anak, orang tua, atau anggota keluarga lain di dalam ruangan yang sifatnya pribadi ini tidak selamanya membuat nyaman pasangan. Jika kenyamanan sudah terganggu, bukan tidak mungkin gairah seksual akan terusik.

Sebisa mungkin, perlakukan setiap ruangan di rumah sesuai dengan fungsi utamanya. Jika ingin kumpul keluarga, lakukan di ruang keluarga, ruang makan, atau tempat santai di belakang rumah.

  • Mengorok

Ya, mengorok juga bisa bikin ilfil pasangan. Selain itu, dengkuran yang keras juga bisa mengganggu kualitas tidur. Padahal, tidup lelap penting untuk menjaga gairah seksual. Jika Anda atau pasangan punya masalah mengorok, lebih baik segera cari bantuan. Terapi pernapasan, olahraga, atau pengobatan dokter bisa menjadi solusi untuk mengatasi kebiasaan mendengkur sekaligus memperbaiki hubungan dengan pasangan.

  • Terlalu sibuk dan kurang liburan

Kapan terakhir kali Anda berlibur, menghabiskan waktu hanya berdua dengan pasangan? Jika Anda kini berpikir keras untuk mengingatnya, mungkin ini saatnya merencanakan liburan. Pikiran dan fisik yang terlalu lelah sangat berhubungan dengan menurunnya gairah seksual pasangan. Ambil cuti dan rencanakan liburan romantis berdua untuk mengembalikan kemesraan yang sempat pudar.

Jika Anda atau pasangan melakukan satu atau beberapa poin di atas, hentikan dan diskusikan bersama. Jangan sampai hal-hal di atas menjadi Penyebab Penurunan Gairah Seksual Anda dengan pasangan, yang bila tidak ditangani akan berdampak pada retaknya keharmonisan rumah tangga.